Terimakasih telah Mampir ke Blog Q

Blog Nylla

Terimakasih telah menyempatkan diri untuk mampir ke blog Qu, tunggu hal yang terbaru lagi yea,,,,,,

File Pile


Organisasi File dan File Pile
Macam Organisasi File
Struktur Dasar:
Pile (tumpukan)
File sekuen berurutan (sequential file)
Struktur File dengan indeks:
File sekuen berindeks (indexed sequential file)
File berindeks majemuk (multiply indexed file)
Macam Organisasi File (2 dari 2)
Struktur file spesifikasi keperluan sistem komputer:
File hash (hashed fileatau direct file)
File multiring (multiring file)
Alaasan Organisasi File
Waktu tanggap yang cepat sering dikehendaki terhadap perangkat lunak.
Sering konstrain kinerja perangkat lunak ditentukan penggunanya secara waktu nyata.
Perlu persiapan perangkat lunak yang cukup untuk dimuatkan ke dalam memori.
Perlu kemudahan dalam penggunaannya.

FILE PILE
Definisi Pile
Merupakan struktur paling sederhana.
Struktur ini jarang digunakan secara praktis secara sendirian tetapi merupakan basis evaluasi struktur lain.
Merupakan dasar evaluasi bagi struktur lainnya.
Istilah pile digunakan dengan istilah lain yaitu file heap atau ada juga yang mengistilahkan file sekuen.
Beberapa bahasa pemrograman seperti Basic, PL/I menyebutkan sebagai pile disebut file sekuen dengan batasan ketat.

Struktur Pile
Record tersusun berdasarkan kedatangannya dan disusun bertumpuk.
Tidak perlu memiliki elemen data yang sama, namun data yang disimpan harus disimpan secara lengkap, yaitu atribut maupun nilainya.
Properti Struktur Pile
Data tidak dianalisis, dikategorikan, atau harus memenuhi definisi atau ukuran field tertentu.
Panjang rekord dapat bervariasi dan elemen-elemen data tidak perlu serupa.
Karakteristik Struktur Pile
Biasanya data ditumpuk secara kronologis.
Tak ada keterkaitan antara ukuran file, rekord, dan blok.
Elemen data dapat beragam, dapat berbeda untuk setiap rekord (berisi atribut dan nilai).
Data harus disimpan secara lengkap beserta nama atributnya, tidak cuma nilai atributnya.

Komponen File Pile
Hanya file berisi data.
Berisi file-file yang bersifat koleksi.
Kelebihan Vs Kekurangan
Kelebihan: Kemudahan untuk diciptakan. Panjang record dan format record yang bervariasi. File pile tidak memiliki ketentuan ketika record data tersebut dimasukkan.
Kekurangan: Sulitnya melakukan pencarian data. Ukuran record yang bervariasi dan elemen data yang berbeda-beda menyebabkan record dalam file pile menjadi sulit ketika hendak dicari. Waktu pengaksesan lambat. Jarang digunakan untuk pemrosesan.
Struktur dan Pengaksesan
Record berelasi dengan suatu objek atau kejadian di dunia nyata.
Rekord berisi elemen-elemen (fields) data dan tiap elemen data perlu mempunyai identifikasi.
Identifikasi pada pile adalah berupa nama atribut secara eksplisit.
Contoh: tinggi = 165. Nilai elemen data adalah 165 dan nama deskripsi adalah tinggi.
Setiap elemen data di pile berbentuk tuple dua komponen disebut pasangan nama atribut-nilai atribut.
Format Rekord: sejumlah pasangan untuk mendefinisikan objek dan mengasosiasikan data dengan objek.
Contoh:
Arti Nama dan Nilai Atribut
Nama Atribut
Nama, jurusan, alamat, umur, tinggi
Nilai Atribut

Penggunaan Pile
File-file sistem
File log (mencatat kegiatan)
File-file penelitian / medis
File teks
Config.sys
Variable-lengthrecord
Variablesetoffield
Chronologicalorder
Pengukuran Kuantitatif File
TF: Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil (fetch) 1 record
TN: Waktu untuk mendapatkan 1 record berikutnya
TI: Waktu insert 1 record
TU: Waktu update 1 record
TX: Waktu pembacaan seluruh record
TY: Waktu reorganisasi file4/10/2012

Pengukuran Kinerja Pile
Record size (R), record size rata-rata
R = a’ (A + V + 2)
a’ = rata –rata jumlah atribut
A = ukuran rata –rata atribut (field)
V = ukuran rata –rata nilai
Fetch record (TF)
Data tidak tersusun baik, maka TFrelatif tinggi
Record dicari secara serial, blok per blok
TF= ½ b (B / t’)
Get next record (TN)
Tidak ada pengurutan dalam pile, TN= TF
Pengukuran Kinerja Pile
Insert Time (TI)
Record baru disimpan di akhir file
TI= s + r + btt + tRW
Update Time (TU)
Bila ukuran record tetap TU= TF+ TRW
Bila berubah TU= TF+ TRW+ TI
Baca seluruh file (TX) = 2 (TF) = n. R / t’4/10/2012nts/sb/tiuajm20Pengukuran Kinerja File
Reorganization time (TY)
TY= (n + o) R / t’ + (n + o –d) R / t’
File akan bertambah dari n ke n + o –d
o : jumlah record yang ditambahkan
o = ninsert+ v
ninsert: jumlah record yang diinsert
v : jumlah record yang diupdate dengan menandai
yang didelete dan menambah record baru
d : jumlah record yang ditandai untuk didelete
Soal Latihan
Diketahui suatu sistem dikelola secara Pile:
Jumlah record di file (n) = 10.600 record
Jumlah field rata-rata (a’) = 5 field
Panjang nama field rata-rata (A) = 7 byte
Panjang nilai rata-rata (V) = 15 byte
Data disimpan pada harddisk dengan karakteristik:
Putaran disk = 6000 rpm
Seek time (s) = 5 ms = 0,005 s
Transfer rate (t) = 2048 byte/s
Waktu untuk pembacaan dan penulisan (TRW) = 2 ms
Ukuran blok (B) = 1024 byte
Ukuran pointer blok (P) = ukuran record mark (M) = 8 byte
Ukuran IBG (G) = 512 byte
Hitunglah :
Panjang record (R)
Waktu fetch sebuah record (TF)
Waktu mendapatkan next record (TN)
Waktu insert sebuah record (TI)
Waktu update (TU)
Waktu baca seluruh file (TX)
Waktu reorganisasi (TY)
Metode blocking yang digunakan = variable-spanned blocking
Pembahasan Soal
Panjangrecord(R)
R=a’(A+V+2)
=5(7+15+2)
=5(24)=120byte
TF=½b(B/t’)=½(n.R/B)(B/t’)=½n(R/t’)
Bfr=(B–P)/(R+M)
=(1024–8)/(120+8)
=7,93=7record
W=M+(P+G)/Bfr
=8+(8+512)/7
=8+(520/7)=8+74,28=82byte4/10/2012
t’= (t / 2) (R / (R + W))
= (2048 / 2) (120 / (120 + 82))
= 1024 (120 / 202)
= 1024 (0,594) = 608 byte / s
TF= ½ n (R / t’)
= ½ (10600) (120 / 608)
= 5300 (0,197) = 1046,05 s
TN= TF= 1046,05 s
TI= s + r + btt + TRW
r = (60 . 1000) / (2 . 6000) = 5 ms = 0,005 s
Btt = B / t = 1024 / 2048 = 0,5 s
TI= s + r + btt + TRW= s + r + btt + 2r
= 0,005 + 0,005 + 0,5 + 2 (0,005) = 0,52 s
TU= TF+ TRW+ TI
= 1046,05 + 2 (0,005) + 0,52 = 1046,58 s
TX= n. R / t’ = 10600 (120 / 608) = 2092 record / s
TY= (n + o) R / t’ + (n + o –d) R / t’
= n. R / t’ + n. R / t’ = 2 n. R / t’ = 2 TX
= 2 (2092) = 4184 record / sLatihan (Bambang 169)
Dengan menggunakan data pada Latihan sebelumnya, hitunglah R, TF, TN, TI, TU, TX, TYbila digunakan variable-length unspanned blocking.
Latihan
Hitunglah R, TF, TN, TI, TU, TX, TYdengan data berikut:
Struktur File adalah Pile
Parameter Harddisk
Putaran disk (RPM) adalah 6000 rpm
Seek Time (s) 5 ms
Transfer rate (t) sebesar 2 Kbyte/me atau 2048 byte/ms
Operasi pembacaan dan penulisan (TRW) sebesar 2 ms
Parameter penyimpanan
Variable-length spanned blocking
Ukuran blok (B) = 4096 byte
Ukuran pointer blok (P) = 8 byte
Ukuran interblok gap (G) = 512 byte
Parameter file
Jumlah rekord (n) adalah 10600 rekord
Jumlah field (a’) rata-rata adalah 15
Panjang nama rata-rata (A) adalah 12 byte
Panjang nilai rata-rata (V) adalah 128 byte
Parameter reorganisasi
Jumlah penambahan rekord (o) adalah 1200 rekord
Jumlah rekord ditandai sebagai dihapus (d) adalah 600 rekord
Parameter pemrosesan
Waktu untuk pemrosesan blok (c) = 2 ms

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar